Manfaat Katalog: Dulu dan Kini

Manfaat Katalog: Dulu dan Kini
Oleh:
Diyan Rizki Perdana (1712312017)
Program D3 Perpustakaan FISIP Universitas Udayana



Abstrak
Tujuan yang terdapat dalam penulisan paper ini adalah untuk memberikan informasi kepada para pembaca mengenai manafaat katalog dulu dan kini, di dalam paper ini juga memberikan definisi untuk mengetahui apa saja manfaat katalog di perpustakaan pada waktu dulu dan kini dan untuk mengetahui contoh bentuk fisik katalog dari masa ke masa berfokus pada katalog yang telah di tetapkan, mengingat kegiatan katalogisasi adalah suatu hal yang sangat penting di perpustakaan. Di harapkan dalam pembahasan paper ini agar mahasiswa program studi perpustakaan lebih memperdalam materi katalogisasi dan mengetahui manfaat katalog dulu dan kini.
Kata kunci : Manfaat, katalog, dulu dan kini

Latar belakang
Perpustakaan sebagai suatu system informasi berfungsi menyimpan pengetahuan dalam berbagai bentuk serta pengaturannya sedemikian rupa, sehingga informasi yang diperlukan dapat ditemukan kembali dengan cepat dan tepat. Untuk itu informasi yang ada di perpustakaan perlu diproses dengan system katalogisasi. Penggunaan katalog sangatlah banyak manfaatnya bagi pengguna. Katalog merupakan wakil dari bahan pustaka yang dimiliki oleh perpustakaan, maka katalog dapat memberikan informasi mengenai bahan pustaka tersebut. Katalog juga dapat mempercepat dan mempermudah kegiatan penelusuran informasi terhadap bahan pustaka. Selain katalog manual (kartu), katalog juga terdapat dalam bentuk on line (elektronik). Kedua jenis katalog ini mempunyai manfaatnya masing – masing. novasi terhadap katalog perpustakaan ditujukan untuk memberi kemudahan kepada pengguna perpustakaan dalam menemu-balikkan bahan pustaka yang diinginkannya dari perpustakaan. Tulisan ini mencoba akan menguraikan pengertian, fungsi dan bentuk fisik dari katalog perpustakaan. Diuraikan juga manfaat di katalog perpustakaan yang manual atau katalog dulu dengan katalog online atau katalog kini.

Pengertian Katalog
Katolog adalah daftar koleksi perpustakaan. Katolog bisa disusun berdasarkan alfabetis nama pengarang, judul, nama penerbit dan lain–lain tergantung pustakawan di sekolah masing-masing. Katalog merupakan kumpulan buku -buku yang sudah masuk kedalam perpustakaan.
Katalog adalah Presentasi ciri-ciri dari sebuah bahan pustaka atau dokumen (misalnya: judul, pengarang, deskripsi fisik, subyek, dll.) koleksi perpustakaan yang merupakan wakil ringkas bahan pustaka tersebut yang disusun secara sistematis.
Katalogisasi (cataloging): Kegiatan atau proses pembuatan wakil ringkas dari bahan pustaka atau dokumen (buku, majalah, CD-ROM, mikrofilm, dll.). Istilah ini kadang-kadang juga meliputi klasifikasi bahan pustaka dan secara umum penyiapan bahan pustaka untuk digunakan pemakai. Kadang-kadang disebut juga dengan istilah pengindeksan (indexing).
Katalogisasi atau pengatalogan adalah proses pembuatan katalog dimana dalam katalog dicantumkan data penting yang terkandung dalam bahan pustaka, baik ciri fisik maupun isi intelektual, seperti nama pengarang, judul buku, penerbit dan subyek.  Jadi katalogisasi adalah proses pengambilan keputusan yang menuntut kemampuan mengintepretasikan dan menerapkan berbagai standar sehingga hal-hal penting dari bahan pustaka terekam menjadi katalog.
Katalog perpustakaan adalah deskripsi  pustaka milik suatu perpustakaan yang disusun secara sistematis (sistematis abjad, nomor klasifikasi)  sehingga dapat digunakan untuk mencari dan  menemukan lokasi pustaka dengan mudah.  Selain untuk alat bantu penelusuran koleksi, katalog
dapat juga digunakan untuk mengetahui kekayaan koleksi suatu perpustakaan sebab kartu katalog mewakili   buku-buku yang ada di rak yang dimiliki oleh  suatu perpustakaan.
Salah satu pekerjaan teknis di perpustakaan adalah kerja “katalogisasi” ini adalah proses pembuatan kartu katalog. Katalogisasi  berasal dari kata katalog yang artinya adalah sebuah daftar, oxford dictionary memberi ciri: katalog adalah suatu daftar yang disusun secara sistematis, misalnya menurut abjad dan biasanya dibubuhi penjelasan singkat atau ciri yang menunjukkan kedudukannya.
Sedangkan katalog perpustakaan artinya adalah: daftar buku atau bahan lain yang terkumpul di suatu perpustakaan/suatu koleksi; daftar ini disusun menurut suatu susunan yang mudah dikenali;berisi keterangan dari buku;disajikan dalam bentuk tertentu, yang dikatakan dengan susunan yang mudah dikenal adalah menurut abjad, atau menurut imbol klasifikasi dari subjek buku. Sedangkan yang dimaksud dengan keterangan dari buku adalah judul, pengarang, editor, pelukis, penterjemah, keterangan cetakan, imprint, lokasi dan lain sebagainya. Keterangan dari buku ini harus diberikan dalam bentuk dan susunan menurut peraturan katalogisasi.

Fungsi Menurut Para Ahli
Charles Ammi Cutter menyebutkan tiga fungsi katalog yaitu :
  1. Memungkinkan seseorang menemukan sebuah buku yang diketahui dari pengarang, judul atau subyeknya.
  2. Menunjukkan apa yang dimiliki suatu perpustakaan oleh pengarang tertentu, pada subyek tertentu, dalam jenis literatur tertentu.
  3. Membantu dalam pemilihan buku berdasarkan edisinya atau berdasarkan karakternya (bentuk sastra atau berdasarkan topik)
  4. Fungsi tersebut dikemukakan oleh Cutter lebih dari 100 tahun yang lalu, namun sampai saat ini masih sangat relevan tentunya dengan beberapa penyesuaian seperti istilah buku sebaiknya diganti dengan istilah koleksi. Sedangkan untuk katalog induk mempunyai fungsi tambahan antara lain mempermudah penyalinan katalog (copy cataloguing), mendukung pengawasan bibliografi (bibliographic control), dan menopang silang layan (inter library loan).
Qalyubi dkk (2007) menyebutkan fungsi katalog adalah sebagai berikut :
  1. Mencatat karya seseorang pada tajuk yang sama.
  2. Menyusun entri pengarang secara tepat sehingga semua karya seseorang berada pada tajuk yang sama.
  3. Mencatat semua judul bahan pustaka yang dimiliki suatu perpustakaan.
  4. Menunjukkan rujukan silang (cross reference) dari beberapa istilah atau nama-nama yang sama yang digunakan sebagai tajuk.
  5. Memberikan petunjuk letak/lokasi bahan pustaka yang disusun pada perpustakaan. memberikan uraian tentang setiap karya yang dimiliki suatu perpustakaan sehingga pengguna perpustakaan (user) dapat memperoleh informasi yang lengkap tentag karya itu.
Sedangkan Menurut Kao (2001),  fungsi katalog adalah sebagai beikut:
  1. Memungkinkan seseorang menemukan sebuah buku yang diketahui pengarangnya, judulnya atau subyeknya.
  2. Menunjukkan buku yang dimiliki perpustakaan dari pengarang tertentu, berdasarkan subyek tertentu, atau dalam jenis literature tertentu.
  3. Membantu dalam pemilihan buku berdasarkan edisinya atau berdasarkan karakternya.
  4. Berfungsi sebagai sarana yang sangat diperlukan oleh staf perpustakaan di bagian pengadaan, pengatalogan, kontrol inventarisasi dan pekerjaan-pekerjaan referensi
Bentuk-bentuk Katalog
Horgan mengatakan bahwa bentuk katalog yang digunakan di perpustakaan mengalami perkembangan dari masa ke masa. Perkembangan katalog perpustakaan nampak dari perubahan bentuk fisiknya. Sebelum katalog terpasang (online) muncul, telah dikenal berbagai bentuk katalog perpustakaan, dan bentuk yang paling umum digunakan ialah katalog kartu. Sedangkan menurut Tylor, katalog perpustakaan yang ada pada saat ini terdiri dari berbagai bentuk fisik antara lain, katalog berbentuk buku (book catalog), katalog berbentuk kartu (card catalog), katalog berbentuk mikro (microform catalog), katalog komputer terpasang (online komputer catalog).
1.             Katalog bentuk buku merupakan katalog yang tersusun dalam 1 buku. Disebut juga katalog tercetak dan merupakan bentuk katalog yang paling kuno. Katalog bentuk buku memiliki beberapa keuntungan, seperti mudah digunakan, dapat di bawa ke mana-mana, dan digandakan dengan mudah. Kerugiannya adalah, sekali dijilid, maka katalog buku menjadi usang, karena tambahan buku tidak dapat disisipkan ke entri yang sudah ada.
2.             Katalog Berkas atau album dalam bahasa inggris  disebut sheaf catalogue merupakan kumpulan kartu yang dijilid menjadi satu menjadi buku atau album.Keuntungannya adalah mudah digunakan, pengguna dapat menggunakan katalog berkas yang berbeda-beda. Sedangkan kerugiannya adalah sekali adanya penambahan harus membongkar berkas, cenderung mudah hilang karena bentuknya lebih kecil dari pada katalog buku.
3.             Katalog Kartu adalah Katalog kartu adalah bentuk katalog perpustakaan yang semua deskripsi bibliografisnya dicatat pada kartu berukuran 7.5 x 12.5 cm. Keuntungan katalog berbentuk kartu ialah bersifat praktis, sehingga setiap kali penambahan buku baru di perpustakaan tidak akan menimbulkan masalah, karena entri baru dapat disisipkan pada jajaran kartu yang ada. Kelemahannya adalah satu laci katalog hanya menyimpan satu jenis entri saja, sehingga pemustaka sering harus antri menggunakannya, terutama bila melakukan penelusuran melalui entri yang sama.
4.             Katalog Cetak merupakan proses Setelah uraian-uraian katalog disusun menurut system tertentu, kemudian dicetak menjadi semacam bibliografi sebanyak yang diperlukan. Kelebihan bentuk ini ialah katalog dapat diperbanyak dan dibawa kemana-mana. Tetapi kelemahannya tidak dapat menerima entri-entri baru.
5.             Katalog COM (Computer Output Microform) dibuat pada salah satu bentuk microfilm atau microfishe. Katalog dalam bentuk mikro ini relative lebih murah jika dibandingkan dengan katalog dalam bentuk buku, dan terbukti bahwa biaya pemeliharaannya lebih murah daripada katalog kartu. Disisi lain, banyak pelanggan menemukan versi microfiche yang tidak menyenangkan digunakan. (Taylor, 1992 dalam Hasugian, 2009).
6.             Katalog CD-ROM (Compact Disk Read Only Memory) adalah katalog yang dikemas dalam bentuk CD dan dioperasikan dengan menggunakan komputer
7.             OPAC (Online Public Access Catalog) adalah Katalog yang tersimpan di komputer, dapat diakses dari berbagai titik atau lokasi selama titik/lokasi tersebut tergabung dalam jaringan internet. Menurut Hermanto (2007) OPAC banyak di gunakan pada berbagai perpustakaan karena memiliki berbagai keuntungan diantaranya :
  • Penelusuran informasi dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
  • Penelusuran dapat dilakukan secara bersama-sama tanpa saling mengganggu
  • Jajaran tertentu tidak perlu di-file
  • Penelusuran dapat dilakukan dari berbagai pendekatan sekaligus
  • Rekaman bibliografi yang dimasukkan ke dalam entri katalog tidak terbatas

Katalog Manual atau Dulu
Gates menyatakan bahwa, katalog perpustakaan adalah suatu daftar yang sistematis dari buku dan bahan-bahan lain dalam suatu perpustakaan, dengan informasi deskriptif mengenai pengarang, judul, penerbit, tahun terbit, bentuk fisik,subjek, ciri khas bahan dan tempatnya. Pendapat ini menjelaskan apa yang menjad ientri dari suatu katalog. Katalog memuat informasi deskriptif mengenai berbagai hal,seperti pengarang, judul, penerbit dan sebagainya. Dengan perkataan lain, pada suatu katalog dicacat sejumlah informasi bibliografis dari suatu dokumen atau bahan pustaka.Menurut Sulistyo Basuki, katalog manual terdiri dari tiga jenis yaitu katalog kartu, katalog buku, dan katalog berkas. Berikut adalah pengertian dari masing-masing katalog manual tersebut.Katalog kartu adalah bentuk katalog perpustakaan yang semua deskripsi bibliografinya dicatat pada kartu berukuran 7.5 x 12.5 cm. Katalog kartu disusun secara sistematis pada laci katalog. Katalog kartu masih banyak digunakan pada berbagai jenis perpustakaan di Indonesia hingga saat ini.Katalog buku adalah katalog tercetak atau katalog buku berbasis cetakan komputer. Pada katalog buku terdapat sejumlah entri yang tercetak pada setiap halaman. Dengan demikian katalog bentuk buku dapat dicetak sesuai dengan kebutuhan.Katalog berkas adalah kumpulan kertas atau kartu dalam bentuk selembar kertas berukuran 7.5 x 12.5 cm atau 10 x 15 cm. Masing-masing lembar berisi data katalog. Pada bagian kiri diberi lubang, kemudian diikat atau dijilid. Pada bagian depan dan belakang diberi karton tebal berfungsi sebagai pelindung. Setiap berkas dapat membuat antara 500 hingga 600 lembar. Berkas yang sudah terjilid kemudian disusun menurut nomor berkas.

Katalog Kini atau Online
Katalog komputer terpasang (online computer catalog) sering disebut dengan online public access catalogue (OPAC), adalah bentuk katalog terbaru yang telah digunakan pada sejumlah perpustakaan tertentu. OPAC cepat menjadi pilihan katalog yang digunakan di berbagai jenis perpustakaan. Dari berbagai bentuk fisik katalog yang telah digunakan di perpustakaan, ternyata OPAC dianggap paling luwes( flexible) dan paling mutakhir.
Istilah baku untuk online public access catalogue (OPAC) dalam bahasa Indonesia, hingga saat ini belum terumuskan dengan pasti. Ada perpustakaan yang menyebutnya dengan istilah katalog online atau katalog terpasang, dan ada juga yang tetap menyebutnya dengan OPAC. Selain itu, ada juga perpustakaan yangmenyebutnya dengan Katalog Akses Umum Talian, disingkat  KAUT.OPAC juga bisa diartikan sebagai suatu pangkalan data koleksi perpustakaan tertentu. OPAC menyediakan akses secara on line tentang koleksi perpustakaan melalui terminal komputer. Pengguna dapat melakukan penelusuran melalui pengarang, judul, subjek, kata kunci sebagaimana biasa dilakukan pada katalog normal. Melalui OPAC, pengguna dapat mengetahui judul, subjek, eksemplar, dan sebagainya dari koleksi suatu perpustakaan.

Manfaat Katalog Dulu dan Kini
Katalog adalah daftar berbagai jenis koleksi, dapat berupa buku yang dibuat menurut sistem atau cara tertentu, secara alfabetis maupun secara sistematis katalog bermanfaat untuk memudahkan penemuan kembali bahan pustaka yang dibutuhkan pemustaka (user) maupun oleh petugas perpustakaan. Manfaat katalog pada umumnya adalah Sebagai sarana untuk mengetahui buku-buku apa saja yang ada pada satu atau beberapa perpustakaan,  Untuk mengetahui buku-buku apa saja yang ada di suatu perpustakaan lain, Untuk mengetahui buku-buku apa saja yang ada di pasaran agar dibeli, Untuk mengetahui buku-buku apa saja yang ada dan diterbitkan di dalam suatu Negara, Sebagai sarana pemilihan koleksi untuk perpustakaan, dan Sebagai sarana promosi buku bagi toko buku/penerbit.
            Dulu pada awalnya katalog dimanfaatkan oleh Angkatan laut Amerika sebagai membuat daftar barang-barang militer. namun seiring berkembangnya zaman katalog sekarang bisa dimanfaatkan dimana saja, mulai sebagai katalog perpustakaan, katalog di rumah makan, katalog kosmetik dll. Katalog pada zaman dulu adalah berupa kartu yang berisi pengarang, judul, tempat terbit, penerbit, tahun terbit, edisi, dsb yang diletakkan dilaci, Katalog kini sudah tidak lagi berupa kartu melainkan diakses melalui computer dengan menggunakan software OPAC (online public access catalog) selain bermanfaat memudahkan pengguna mencari buku hanya dengan mengetik nama dan judulnya saja, diperpustakaan juga tidak terlalu memakan lahan tempat yang banyak seperti jika menggunakan laci pada katalog kartu zaman dulu. Pada masa kini, perpustakaan yang menggunakan sistem OPAC semakin meningkat. Pemasok mulai menyediakan sistem yang terintegrasi (integrated system) untuk manajemen perpustakaan, mencakup modul atau sub-sistem yang berbeda, seperti pengatalogan, akuisisi, sirkulasi, pengawasan serial, layanan antar perpustakaan dan juga OPAC. Keuntungan sistem yang terintegrasi bagi kegiatan penelusuran ialah, sistem memperbolehkan pengguna mengakses modul OPAC untuk mengetahui status pinjam dari semua bahan perpustakaan yang ada di perpustakaan tertentu. Pengguna yang sedang mengakses OPAC juga bisa mengetahui status suatu bahan perpustakaan, apakah sedang tersedia atau sedang dipinjam, siapa peminjamnya, berapa lama dipinjam, kapan dikembalikan dan sebagainya. Hal ini dapat dilakukan, karena sistem menghubungkan file katalog dengan file sirkulasi dan diaplikasi ini sistem ini merupakan menggunakan sistem opensource (bisa diakses oleh siapa saja).
            Sistem OPAC menjadi sangat terkenal selama tahun 1980-an, sehingga banyak perpustakaan mulai meninggalkan katalog kartu dan beralih ke sistem OPAC. Sejumlah perpustakaan perguruan tinggi dan perpustakaan umum telah menggunakan sistem manajemen perpustakaan yang terintegrasi, lengkap dengan modul OPAC dan Khusus pada katalog  perpustakaan awalnya Sebagai sarana temu balik informasi, katalog perpustakaan memainkan peranan penting dalam mengakses seluruh bahan pustaka yang ada di suatu perpustakaan. Keberadaannya semakin diperlukan ketika koleksi suatu perpustakaan semakin bertambah dan berkembang. Hal ini terjadi karena pengguna akan mengalami kesulitan dalam menemukan bahan pustaka yang dibutuhkan di jajaran rak-rak perpustakaan apabila katalog perpustakaannya tidak tersedia. Sedangkan sekarang dengan bantuan opac para pemustaka sudah dengan gampang menemukan buku-buku dan penelusuran dapat dilakukan dimana saja tidak harus datang ke perpustakaan, disamping mengehemat waktu dan tenaga pengguna dapat mengetahui keberadaan koleksi dan status koleksi apakah sedang dipinjam/ tidak serta Penelusuran dapat dilakukan secara bersama-sama tanpa saling menunggu
              Dalam perjalanan sejarah, katalog perpustakaan telah mengalami perkembangan dan perubahan seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan perubahan perilaku pencarian informasi para penggunanya (information seeking behavior). Perubahan tersebut terjadi dari katalog yang pada awalnya berbentuk buku, kartu hingga OPAC (online public access catalog). Hal ini menunjukkan bahwa sesungguhnya katalog perpustakaan dari waktu ke waktu terus menyesuaikan diri dengan setiap perkembangan yang terjadi terutama berkaitan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Disamping itu, setiap perubahan atau inovasi yang terjadi pada katalog perpustakaan juga dimaksudkan untuk memberi kemudahan kepada pengguna dalam menggunakannya untuk menelusuri bahan pustaka yang dibutuhkan diperpustakaan. Pada intinya, perkembangan katalog sangatlah pesat, banyak sekali perbedaan katalog zaman dulu dan zaman sekarang. Yang perlu diingat, tanpa adanya katalog zaman dulu, katalog zaman sekarang juga tidak akan menjadi katalog seperti saat ini.

Kesimpulan
Katalog adalah Presentasi ciri-ciri dari sebuah bahan pustaka atau dokumen (misalnya: judul, pengarang, deskripsi fisik, subyek, dll.) koleksi perpustakaan yang merupakan wakil ringkas bahan pustaka tersebut yang disusun secara sistematis.Ada beberapa bentuk katalog yaitu katalog buku katalog berkas, katalog kartu, dan katalog komputer. Penelusuran bahan pustaka menggunakan katalog online merupakan alat bantu penelusuran yang tepat, cepat dan efektif. Dengan katalog online pengguna perpustakaan mendapatkan beberapa manfaat antara lain :penelusuran informasi dapat dilakukan dengan cepat dan tepat, penelusuran dapat dilakukan dimana saja tidak harus datang ke perpustakaan, menghemat waktu dan tenaga,pengguna dapat mengetahui keberadaan koleksi dan status koleksi apakah sedang dipinjam atau tidak, pengguna mendapatkan peluang lebih banyak dalam menelusur bahan pustakadapat menemukan kembali bahan pustaka yang dibutuhkan. 

 Daftar Pustaka
Pengelola perpustakaa; http://pp.ktp.fip.unp.ac.id/?p=36
Academia. Perbandingan tingkat penggunaan katalog manual dengan katalog on line. Diakses 13 februari 2017 http://www.academia.edu/14706716/Perbandingan_Tingkat_Penggunaan_Katalog_Manual_dengan_Katalog_On_Line
Sulistyo-Basuki. (1993). Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
prisma, d. (2012, juni 30). katalog perpustakaan. Retrieved februari 13, 2018, from wordpress: https://donyprisma.wordpress.com/2012/06/30/katalog-perpustakaan/

Komentar